Rabu, 30 September 2026 0 komentar

Membunuh Pahlawan

Seorang perempuan tua miskin datang ke hadapanmu.
ia meminta uangmu.
kau merasa iba  tapi di sakumu hanya ada receh 1000 rupiah
dan kau memberikannya.
lalu dia pergi.

terbesit dipikiranmu sayang sekali kau hanya punya 1000 rupiah.
untung perempuan itu mau menerimanya.
semoga 1000 rupiah itu bermanfaat untuknya

-------------------

tapi coba pikirkan skenario kedua, 
di sakumu ada 10.000 rupiah, lalu kau memberikannya.
kau puas dan merasa, lumayan nih aku kasih 10.000
uang segitu banyak loh kalau dikasih ke pengemis.
untung kau baik kepadanya

----------------------

lalu kau pikirkan skenario ketiga
disakumu ada 100.000 rupiah, lalu kau memberikannya
terbesit di hatimu, kau hebat dan dermawan
kalau bukan dirimu tidak mungkin ia dapat 100.000 rupiah
orang sepertimu langka dan baik
pengemis itu beruntung bertemu denganmu

----------------------

skenario ke empat,
kau memberikan uang 1 juta kepadanya
karena kau sudah kaya,
terbesit dipikiranmu kalau kau adalah pahlawan untuknya
kau orang yang sangat dermawan dan langka
pengemis itu harusnya menangis dan memelukmu ketika kau beri 1 juta

----------------------

lalu pikirkanlah
ikhlas ada di skenario keberapa
apa bisa kau beri 1 juta, 10 juta, 100 juta atau berapapun itu
dan yang kau rasakan adalah perasaanmu di skenario pertama ?

rasanya sulit. kita terbelenggu oleh jumlah
terbelenggu oleh rasa kepahlawanan
yang menghancurkan ketulusan

bukankah kita ini hanya perantara
sedangkan kebaikan itu milik Allah 
berapapun jumlahnya
kita beruntung dipilih sebagai perantara
sementara sebenarnya Allah bisa memilih yang lain

karena itu terlintas dipikiranku
ada cara untuk ikhlas
yaitu membunuh pahlawan
dalam dirimu
semua kebaikan adalah hal biasa
biasa dan memang seharusnya dilakukan
dan balasan yang terbaik bukan pujian, ataupun balikan dari orang lain
tapi rasa syukur dan bahagia yang besar
yang datang dari ridhonya Penciptamu kepadamu.

 
;